News Update :
Tampilkan postingan dengan label WS Rendra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WS Rendra. Tampilkan semua postingan

Kumpulan Puisi WS Rendra (TAHANAN)

Penulis : ipaku on 24 Nov 2012 | 8:02 AM

24 Nov 2012


Oleh :
W.S. Rendra
 

        Atas ranjang batu
        tubuhnya panjang
        bukit barisan tanpa bulan
        kabur dan liat
        dengan mata sepikan teraliDi lorong-lorong
        jantung matanya
        para pemuda bertangan merah
        serdadu-serdadu Belanda rebah
        Di mulutnya menetes
        lewat mimpi
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK WIDURI UNTUK JOKI TOBING)

Oleh : W.S. Rendra

 
 
Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir.
Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba.
Orang-orang miskin menentang kemelaratan.
Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu,
kerna wajahmu muncul dalam mimpiku.
Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu
karena terlibat aku di dalam napasmu.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK TANGAN)

Oleh :
W.S. Rendra
 
Inilah tangan seorang mahasiswa,
tingkat sarjana muda.
Tanganku. Astaga. Tanganku menggapai,
yang terpegang anderox hostes berumbai,
Aku bego. Tanganku lunglai.
Tanganku mengetuk pintu,
tak ada jawaban.
Aku tendang pintu,
pintu terbuka.
Di balik pintu ada lagi pintu.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK SEORANG TUA UNTUK ISTERINYA)

 oleh :
WS Rendra



Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara kau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita
yang hampir rampung
dan dengan lega akan kita lunaskan.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK SEORANG TUA TENTANG BANDUNG LAUTAN API)

Oleh :
W.S. Rendra

       Bagaimana mungkin kita bernegara
       Bila tidak mampu mempertahankan wilayahnya
       Bagaimana mungkin kita berbangsa
       Bila tidak mampu mempertahankan kepastian hidup
       bersama ?
       Itulah sebabnya
       Kami tidak ikhlas
       menyerahkan Bandung kepada tentara Inggris
       dan akhirnya kami bumi hanguskan kota tercinta itu
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK SEORANG TUA DI BAWAH POHON)

Oleh : W.S. Rendra
    
Inilah sajakku,
seorang tua yang berdiri di bawah pohon meranggas,
dengan kedua tangan kugendong di belakang,
dan rokok kretek yang padam di mulutku. Aku memandang zaman.
Aku melihat gambaran ekonomi
di etalase toko yang penuh merk asing,
dan jalan-jalan bobrok antar desa
yang tidak memungkinkan pergaulan.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK SEONGGOK JAGUNG)

Oleh :
W.S. Rendra

 
Seonggok jagung di kamar
dan seorang pemuda
yang kurang sekolahan. Memandang jagung itu,
sang pemuda melihat ladang;
ia melihat petani;
ia melihat panen;
dan suatu hari subuh,
para wanita dengan gendongan
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK SEBOTOL BIR)

Oleh :
W.S. Rendra
 
Menenggak bir sebotol,
menatap dunia,
dan melihat orang-orang kelaparan.
Membakar dupa,
mencium bumi,
dan mendengar derap huru-hara. Hiburan kota besar dalam semalam,
sama dengan biaya pembangunan sepuluh desa !
Peradaban apakah yang kita pertahankan ?
Mengapa kita membangun kota metropolitan ?
dan alpa terhadap peradaban di desa ?
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK SEBATANG LISONG)

Oleh :
W.S. Rendra

 
 
Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka Matahari terbit.
Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK S L A)


Oleh :
W.S. Rendra


Murid-murid mengobel klentit ibu gurunya
Bagaimana itu mungkin ?
Itu mungkin.
Karena tidak ada patokan untuk apa saja.
Semua boleh. Semua tidak boleh.
Tergantung pada cuaca.
Tergantung pada amarah dan girangnya sang raja.
Tergantung pada kuku-kuku garuda dalam mengatur kata-kata.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK POTRET KELUARGA)

Penulis : ipaku on 23 Nov 2012 | 10:19 AM

23 Nov 2012

Oleh :
W.S. Rendra
 

Tanggal lima belas tahun rembulan.
Wajah molek bersolek di angkasa.
Kemarau dingin jalan berdebu.
Ular yang lewat dipagut naga.
Burung tekukur terpisah dari sarangnya.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK PERTEMUAN MAHASISWA)

Oleh :
W.S. Rendra

Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan. Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini
memeriksa keadaan.
Kita bertanya :
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendara ( SAJAK BULAN MEI 1998 DI INDONESIA )


OLEH :
W.S. RENDRA
 

 
Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja.
Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan.
Amarah merajalela tanpa alamat.
Ketakutan muncul dari sampah kehidupan.
Pikiran kusut membentuk simpul-simpul sejarah.

O, jaman edan !

O, malam kelam pikiran insan !

Koyak-moyak sudah keteduhan tenda kepercayaan.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK PULAU BALI)

Oleh :
W.S. Rendra
 
 
 
Sebab percaya akan keampuhan  industri
dan yakin bisa memupuk modal nasional
dari kesenian dan keindahan alam,
maka Bali menjadi obyek pariwisata. Betapapun :
tanpa basa-basi keyakinan seperti itu,
Bali harus dibuka untuk pariwisata.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK PEPERANGAN ABIMANYU)

Penulis : ipaku on 22 Nov 2012 | 10:12 AM

22 Nov 2012


(Untuk puteraku, Isaias Sadewa)
Oleh :
W.S. Rendra
 
 
 
Ketika maut mencegatnya di delapan penjuru.
Sang ksatria berdiri dengan mata bercahaya.
Hatinya damai,
di dalam dadanya yang bedah dan berdarah,
karena ia telah lunas
menjalani kewjiban dan kewajarannya. Setelah ia wafat
apakah petani-petani akan tetap menderita,
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK ORANG KEPANASAN)

Oleh :
W.S. Rendra


Karena kami makan akar
dan terigu menumpuk di gudangmu
Karena kami hidup berhimpitan
dan ruangmu berlebihan
maka kami bukan sekutu
Karena kami kucel
dan kamu gemerlapan
Karena kami sumpek
dan kamu mengunci pintu
maka kami mencurigaimu
Karena kami telantar dijalan
dan kamu memiliki semua keteduhan
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK MATA-MATA)


Oleh :
W.S. Rendra
 
 
 
 
Ada suara bising di bawah tanah.
Ada suara gaduh di atas tanah.
Ada ucapan-ucapan kacau di antara rumah-rumah.
Ada tangis tak menentu di tengah sawah.
Dan, lho, ini di belakang saya
ada tentara marah-marah. Apaa saja yang terjadi ? Aku tak tahu.
Aku melihat kilatan-kilatan api berkobar.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK KENALAN LAMAMU)

Oleh :
W.S. Rendra

 
 
Kini kita saling berpandangan saudara.
Ragu-ragu apa pula,
kita memang pernah berjumpa.
Sambil berdiri di ambang pintu kereta api,
tergencet oleh penumpang berjubel,
Dari Yogya ke Jakarta,
aku melihat kamu tidur di kolong bangku,
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK JOKI TOBING UNTUK WIDURI)

Oleh :
W.S. Rendra
 
 
Dengan latar belakang gubug-gubug karton,
aku terkenang akan wajahmu.
Di atas debu kemiskinan,
aku berdiri menghadapmu.
Usaplah wajahku, Widuri.
Mimpi remajaku gugur
di atas padang pengangguran.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi WS Rendra (SAJAK GADIS DAN MAJIKAN)

Oleh :
W.S. Rendra
 
 
 
Janganlah tuan seenaknya memelukku.
Ke mana arahnya, sudah cukup aku tahu.
Aku  bukan ahli ilmu menduga,
tetapi jelas sudah kutahu
pelukan ini apa artinya….. Siallah pendidikan yang aku terima.
Diajar aku berhitung, mengetik, bahasa asing,
kerapian, dan tatacara,
Tetapi lupa diajarkan :
bila dipeluk majikan dari belakang,
komentar | | Read More...

Umum

    Umum
    More on this category »

100 Tokoh

    100 Tokoh
    More on this category »


visitor counter
 
Design Template by Shies Adja | Powered by Blogger