News Update :
Tampilkan postingan dengan label Taufiq Ismail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taufiq Ismail. Tampilkan semua postingan

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( YANG SELALU TERAPUNG DI ATAS GELOMBANG )

Penulis : ipaku on 18 Nov 2012 | 7:43 AM

18 Nov 2012


Seseorang dianggap tak bersalah, 
sampai dia dibuktikan hukum bersalah. 
Di negeri kami, ungkapan ini terdengar begitu indah. 
Kini simaklah sebuah kisah, 
  
Seorang pegawai tinggi, 
gajinya sebulan satu setengah juta rupiah, 
Di garasinya ada Honda metalik,Volvo hitam, 
BMW abu-abu, Porsche biru dan Mercedes merah. 
Anaknya sekolah di Leiden, Montpelier dan Savannah. 
Rumahnya bertebaran di Menteng, Kebayoran dan 
Macam Macam Indah, 
Setiap semester ganjil, 
isteri terangnya belanja di Hongkong dan Singapura. 
Setiap semester genap, 
isteri gelap liburan di Eropa dan Afrika, 
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( Tuhan Sembilan Senti )

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa
tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai
merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR
merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi
merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan
pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( TENTANG SERSAN NURCHOLIS )


                        Seorang Sersan
                        Kakinya hilang
                        Sepuluh tahun yang lalu
 
                        Setiap siang
                        Terdengan siulnya
                        Di bengkel arloji

komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( TAKUT 66, TAKUT 98 )

Mahasiswa takut pada dosen
Dosen takut pada dekan
Dekan takut pada rektor
Rektor takut pada menteri
Menteri takut pada presiden
Presiden takut pada mahasiswa
takut '66, takut '98 - 1998
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( SYAIR EMPAT KARTU DI TANGAN )

Ini bicara blak-blakan saja, bang 
Buka kartu tampak tampang 
Sehingga semua jelas membayang 
Monoloyalitas kami 
sebenarnya pada uang
Sudahlah, ka-bukaan saja kita bicara 
Koyak tampak terkubak semua 
Sehingga buat apa basi dan basa 
Sila kami 
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( SALEMBA )

Penulis : ipaku on 17 Nov 2012 | 10:30 AM

17 Nov 2012

Alma Mater, janganlah bersedih
Bila arakan ini bergerak pelahan
Menuju pemakaman
Siang ini

Anakmu yang berani
Telah tersungkur ke bumi
Ketika melawan tirani
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( SERATUS JUTA )


        Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini
        Seratus juta banyaknya
        Di tengah mereka tak tahu akan berbuat apa
        Kini kutundukkan kepala, karena
        Ada sesuatu besar luar biasa
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( Sebuah Jaket Berlumur Darah )

Sebuah jaket berlumur darah
Kami semua telah menatapmu
Telah berbagi duka yang agung
Dalam kepedihan berahun-tahun

Sebuah sungai membatasi kita
Di bawah terik matahari Jakarta
Antara kebebasan dan penindasan
Berlapis senjata dan sangkur baja
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( Rindu Pada Stelan Jas Putih dan Pantalon Putih Bung Hatta )

Penulis : ipaku on 16 Nov 2012 | 10:26 AM

16 Nov 2012

(Dibacakan oleh Taufiq Ismail pada: Acara Deklarasi Gerakan Nasional
Pemberantasan Korupsi, Sumatera Barat, di Asrama Haji, Tabing, Padang,
tgl. 15 Ramadhan 1424 H/10 Nopember 2003 M)


 I.
Di awal abad 21, pada suatu Subuh pagi aku berjalan kaki di Bukittinggi,
Hampir tak ada kabut tercantum di leher Singgalang dan Merapi, yang belum
dilangkahi matahari,

Lalu lintas kota kecil ini dapat dikatakan masih begitu sunyi,

Menurun aku di Janjang Ampek Puluah, melangkah ke Aue Tajungkang,
berhenti aku di depan rumah kelahiran Bung Hatta,
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( PRESIDEN BOLEH PERGI PRESIDEN BOLEH DATANG )

Sebuah orde tenggelam
sebuah orde timbul
tapi selalu saja ada suatu lapisan masyarakat di atas gelombang itu
selamat
Mereka tidak mengalami guncangan yang berat
Yang selalu terapung di atas gelombang
Seseorang dianggap tak bersalah sampai dia dibuktikan hukum bersalah
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( NASEHAT-NASEHAT KECIL ORANG TUA PADA ANAKNYA BERANGKAT DEWASA )


Jika adalah yang harus kaulakukan
Ialah menyampaikan kebenaran
Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
Ialah ang bernama keyakinan
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( MENCARI SEBUAH MESJID )

Aku diberitahu tentang sebuah masjid
 yang tiang-tiangnya pepohonan di hutan
 fondasinya batu karang dan pualam pilihan
 atapnya menjulang tempat tersangkutnya awan
 dan kubahnya tembus pandang, berkilauan
 digosok topan kutub utara dan selatan
Aku rindu dan mengembara mencarinya
Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan

komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( Memang selalu demikian, Hadi )

Setiap perjuangan selalu melahirkan
Sejumlah pengkhianat dan para penjilat
Jangan kau gusar, Hadi

Setiap perjuangan selalu menghadapkan kita
Pada kaum yang bimbang menghadapi gelombang
Jangan kau kecewa, Hadi
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( MALU (AKU) JADI ORANG INDONESIA )

I
 

Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga 
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa 
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya 
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia 
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia 
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda 
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya, 
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( KUTAHU KAU KEMBALI JUA ANAKKU )

KUTAHU KAU KEMBALI JUA ANAKKU
Oleh :

Taufik Ismail
 
 
    Saudara-kandungku pulang perang, tangannya merah
    Kedua pundak landai tiada tulang selangka
    Dia tegak goyah, pandangnya pada kami satu-satu
    Aku tahu kau kembali jua anakku

komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( Kita adalah Pemilik Sah Republik Ini )

Tidak ada pilihan lain. Kita harus
Berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur.

Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
"Duli Tuanku?"
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( KETIKA SEBAGAI KAKEK DI TAHUN 2040 )

KAU MENJAWAB PERTANYAAN CUCUMU 
 
Cucu kau tahu, kau menginap di DPR bulan Mei itu 
Bersama beberapa ribu kawanmu 
Marah, serak berteriak dan mengepalkan tinju 
Bersama-sama membuka sejarah halaman satu 
Lalu mengguratkan baris pertama bab yang baru 
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( KETIKA INDONESIA DIHORMATI DUNIA )

Dengan rasa rindu kukenang pemilihan umum setengah
abad yang lewat

Dengan rasa kangen pemilihan umum pertama itu
kucatat

Peristiwa itu berlangsung tepatnya di tahun lima
puluh lima

Ketika itu sebagai bangsa kita baru sepuluh tahun
merdeka

komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( KETIKA BURUNG MERPATI SORE MELAYANG )

Langit akhlak telah roboh di atas negeri 
Karena akhlak roboh, hukum tak tegak berdiri 
Karena hukum tak tegak, semua jadi begini 
Negeriku sesak adegan tipu-menipu 
Bergerak ke kiri, dengan maling kebentur aku 
Bergerak ke kanan, dengan perampok ketabrak aku 
Bergerak ke belakang, dengan pencopet kesandung aku 
Bergerak ke depan, dengan penipu ketanggor aku 
Bergerak ke atas, di kaki pemeras tergilas aku 
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Taufiq Ismail ( KEMBALIKAN INDONESIA PADAKU )

Kepada Kang Ilen  
 
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga, 
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat, 
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,  
yang menyala bergantian, 
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam  
dengan bola  yang bentuknya seperti telur angsa, 
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam  
karena seratus juta penduduknya, 
 
komentar | | Read More...

Umum

    Umum
    More on this category »

100 Tokoh

    100 Tokoh
    More on this category »


visitor counter
 
Design Template by Shies Adja | Powered by Blogger