News Update :
Tampilkan postingan dengan label Sapardi Djoko Damono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sapardi Djoko Damono. Tampilkan semua postingan

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (TAJAM HUJANMU, TEKUKUR, TELINGA, TENTANG MATAHARI, TUAN, YANG FANA ADALAH WAKTU,

Penulis : ipaku on 11 Des 2012 | 8:45 AM

11 Des 2012

TAJAM HUJANMU
Oleh :

Sapardi Djoko Damono

tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan
deras dinginmu
sembilu hujanmu

Perahu Kertas,

Kumpulan Sajak,
1982.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (SIHIR HUJAN)

Oleh :
Sapardi Djoko Damono


Hujan mengenal baik pohon, jalan, dan selokan
-- swaranya bisa dibeda-bedakan;
kau akan mendengarnya meski sudah kaututup pintu dan jendela.
Meskipun sudah kau matikan lampu.
Hujan, yang tahu benar membeda-bedakan, telah jatuh di pohon, jalan, dan selokan
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (SETANGAN KENANGAN)

Oleh :
Sapardi Djoko Damono
  


Siapakah gerangan yang sengaja menjatuhkan setangan di lorong yang berlumpur itu.  Soalnya, tengah malam ketika seluruh kota kena sihir menjelma hutan kembali, ia seperti menggelepar- gelepar ingin
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (SERULING)

Penulis : ipaku on 10 Des 2012 | 8:30 AM

10 Des 2012

Oleh :
Sapardi Djoko Damono

 

Seruling bambu itu membayangkan ada yang meniupnya, menutup-membuka lubang-lubangnya, menciptakan pangeran dan putri dari kerajaan-kerajaan jauh yang tak terbayangkan merdunya ....
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (SELAMAT PAGI INDONESIA)

 Oleh :
Sapardi Djoko Damono


selamat pagi, Indonesia, seekor burung mungil mengangguk
dan menyanyi kecil buatmu.
aku pun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu,
dan kemudian pergi untuk mewujudkan setiaku padamu dalam
kerja yang sederhana;
bibirku tak biasa mengucapkan kata-kata yang sukar dan
tanganku terlalu kurus untuk mengacu terkepal.
selalu kujumpai kau di wajah anak-anak sekolah,
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (SAJAK TELUR)

Oleh :
Sapardi Djoko Damono

  
dalam setiap telur semoga ada burung dalam setiap burung
semoga ada engkau dalam setiap engkau semoga ada yang senantiasa terbang menembus silau matahari memecah udara dingin
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (SAJAK SUBUH)

Penulis : ipaku on 9 Des 2012 | 8:11 AM

9 Des 2012

Oleh :
Sapardi Djoko Damono

    
 

Waktu mereka membakar gubuknya awal subuh itu ia baru saja bermimpi tentang mata air.  Mereka berteriak, "Jangan bermimpi!" dan ia terkejut tak mengerti.
Sejak di kota itu ia tak pernah sempat bermimpi.  Ia ingin sekali melihat kembali warna hijau dan mata air, tetapi ketika untuk pertama kalinya. Ia bermimpi subuh itu, mereka membakar tempat tinggalnya.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (PESAN, PESTA, PUISI CAT AIR UNTUK RIZKI, SAJAK NOPEMBER,

PESAN
Oleh :

Sapardi Djoko Damono



Tolong sampaikan kepada abangku, Raden Sumantri, bahwa memang kebetulan jantungku tertembus anak panahnya.
Kami saling mencinta, dan antara disengaja dan tidak disengaja sama sekali tidak ada pembatasnya.
Kalau kau bertemu dengannya, tolong sampaikan bahwa aku tidak menaruh dendam padanya, dan nanti apabila perang itu tiba, aku hanya akan .....
 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (KUTERKA GERIMIS, LIRIK UNTUK LAGU POP, MATA PISAU, PERAHU KERTAS, PERISTIWA PAGI TADI, PERTAPA,

KUTERKA GERIMIS
Oleh :

Sapardi Djoko Damono

   
 
 
Kuterka gerimis mulai gugur
Kaukah yang melintas di antara korek api dan ujung rokokku
sambil melepaskan isarat yang sudah sejak lama kulupakan kuncinya itu Seperti nanah yang meleleh dari ujung-ujung jarum jam dinding yang berhimpit ke atas itu
Seperti badai rintik-rintik yang di luar itu
 
 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (CERMIN 1, CERMIN 2)

Penulis : ipaku on 8 Des 2012 | 9:18 AM

8 Des 2012

CERMIN, 1 Oleh :
Sapardi Djoko Damono

   
 

cermin tak pernah berteriak;
ia pun tak pernah meraung, tersedan, atau terhisak,
meski apa pun jadi terbalik di dalamnya;
barangkali ia hanya bisa bertanya:
mengapa kau seperti kehabisan suara?
 
 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (DUA PERISTIWA DALAM SATU SAJAK DUA BAGIAN, GONGGONG ANJING, KAMI BERTIGA, KEPOMPONG ITU, KETIKA MENUNGGU BIS KOTA, MALAM-MALAM, KISAH, KUKIRIMKAN PADAMU)

DUA PERISTIWA DALAM SATU SAJAK DUA BAGIAN
Oleh :

Sapardi Djoko Damono



1
sehabis langkah-langkah kaki: hening
siapa?
barangkali si pesuruh yang tersesat dan gagal menemukan tempat- tinggalmu padahal sejak semula sudah diikutinya jejakmu
padahal harus lekas-lekas disampaikannya pesan itu padamu 2
seolah-olah kau harus segera mengucapkan sederet kata
yang pernah kaukenal artinya,
yang membuatmu terkenang akan batang randu alas tua
yang suka menjeritjerit kalau sarat berbunga
 
 
 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982. 

komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (DI ATAS BATU, DI SEBUAH HALTE BIS, DI TANGAN ANAK-ANAK, DUA PERISTIWA DALAM SATU SAJAK DUA BAGIAN)

Penulis : ipaku on 7 Des 2012 | 9:26 AM

7 Des 2012

DI ATAS BATU
Oleh :

Sapardi Djoko Damono



ia duduk di atas batu dan melempar-lemparkan kerikil ke tengah kali
ia gerak-gerakkan kaki-kakinya di air sehingga memercik ke sana ke mari
ia pandang sekeliling : matahari yang hilang - timbul di sela goyang daun-daunan, jalan setapak yang mendaki tebing kali, beberapa ekor capung
-- ia ingin yakin bahwa benar-benar berada di sini
 
 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (CARA MEMBUNUH BURUNG)

Oleh :
Sapardi Djoko Damono
 
bagaimanakah cara membunuh burung yang suka berkukuk bersama teng-teng jam dinding yang tergantung sejak kita belum dilahirkan itu?
soalnya ia bukan seperti burung-burung yang suka berkicau setiap pagi meloncat dari cahaya ke cahaya di sela-sela ranting pohon jambu (ah dunia di antara bingkai jendela!)
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (BUNGA 1, BUNGA 2, BUNGA 3)

BUNGA, 1 Oleh :
Sapardi Djoko Damono



(i)
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia rekah di tepi padangwaktu hening pagi terbit;
siangnya cuaca berdenyut ketikanampak sekawanan gagak terbang berputar-putar di atas padang itu;
malam hari ia mendengar seru serigala.
Tapi katanya, "Takut?  Kata itu milik kalian saja, para manusia. Aku ini si bunga rumput, pilihan dewata!"
(ii)
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia kembang di sela-selageraham batu-batu gua pada suatu pagi, dan malamnya menyadari bahwa tak nampak apa pun dalam gua itu dan udara ternyata sangat pekat dan tercium bau sisa bangm dan terdengar seperti ada embik terpatah dan ia membayangkan hutan terbakar dan setelah api ....
Teriaknya, "Itu semua pemandangan bagi kalian saja, para manusia!  Aku ini si bunga rumput: pilihan dewata!"
 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.


BUNGA, 2
Oleh :
Sapardi Djoko Damono

   

mawar itu tersirap dan hampir berkata jangan ketika pemilik
taman memetiknya hari ini; tak ada alasan kenapa ia ingin berkata
jangan sebab toh wanita itu tak mengenal isaratnya -- tak ada
alasan untuk memahami kenapa wanita yang selama ini rajin
menyiraminya dan selalu menatapnya dengan pandangan cinta itu
kini wajahnya anggun dan dingin, menanggalkan kelopaknya
selembar demi selembar dan membiarkannya berjatuhan menjelma
pendar-pendar di permukaan kolam
 
 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI)

 Oleh :
Sapardi Djoko Damono

 
waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (ATAS KEMERDEKAAN)

Oleh :
Sapardi Djoko Damono

kita berkata : jadilah
dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut
di atasnya : langit dan badai tak henti-henti
di tepinya cakrawala terjerat juga akhirnya
kita, kemudian adalah sibuk
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (ATAS KEMERDEKAAN)

Oleh :
Sapardi Djoko Damono

kita berkata : jadilah
dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut
di atasnya : langit dan badai tak henti-henti
di tepinya cakrawala
terjerat juga akhirnya
kita, kemudian adalah sibuk
mengusut rahasia angka-angka
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (ANGIN1, ANGIN 2, ANGIN 3)

ANGIN, 1
Oleh :

Sapardi Djoko Damono



angin yang diciptakan untuk senantiasa bergerak dari sudut ke sudut dunia ini pernah pada suatu hari berhenti ketika mendengar suara nabi kita Adam menyapa istrinya untuk pertama kali, "hei siapa ini yang mendadak di depanku?" angin itu tersentak kembali ketika kemudian terdengar jerit wanita untuk pertama kali, sejak itu ia terus bertiup tak pernah menoleh lagi
-- sampai pagi tadi:
ketika kau bagai terpesona sebab tiba-tiba merasa scorang diri di tengah bising-bising ini tanpa Hawa  
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

ANGIN, 2
Oleh :

Sapardi Djoko Damono



Angin pagi menerbangkan sisa-sisa unggun api yang terbakar semalaman.
Seekor ular lewat, menghindar.
Lelaki itu masih tidur.
Ia bermimpi bahwa perigi tua yang tertutup ilalang panjang
di pekarangan belakang rumah itu tiba-tiba berair kembali.
 
 
 
 
  Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (AKULAH SI TELAGA)

Oleh : Sapardi Djoko Damono

 

akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan bunga-bunga padma;
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (AKU INGIN)

 Oleh : Sapardi Djoko Damono


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
komentar | | Read More...

Umum

    Umum
    More on this category »

100 Tokoh

    100 Tokoh
    More on this category »


visitor counter
 
Design Template by Shies Adja | Powered by Blogger