News Update :
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan

lirik lagu "TAKDIR" opick feat melly goeslaw

Penulis : ipaku on 4 Mar 2020 | 10:54 AM

4 Mar 2020




Dihempas gelombang, dilemparkan angin
Terkisah kubersedih, kubahagia
Di indah dunia yang berakhir sunyi
Langkah kaki di dalam rencana-Nya

Semua berjalan dalam kehendak-Nya
Nafas hidup, cinta, dan segalanya

komentar | | Read More...

ULUK SALAM vokal adistya mayasari




Silir silire angin nong bengi iki

Yoro ngilingaken
keloronan sesandingan
wayah mageh sir siran
mergane riko yo wes ilang
hang dadi angenan
lahir batin sun Kuwat nyonggo
embuh embuh sampek Kapan

komentar | | Read More...

Puisi Kesendirian

Penulis : ipaku on 9 Des 2013 | 8:20 AM

9 Des 2013





komentar (4) | | Read More...

Puisi Arti Cinta







komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Toto Sudarto Bachtiar (TENTANG KEMERDEKAAN)

Penulis : ipaku on 4 Jan 2013 | 9:07 AM

4 Jan 2013

Oleh :
Toto Sudarto Bahtiar


Kemerdekaan ialah tanah air dan laut semua suara
janganlah takut kepadanya
Kemerdekaan ialah tanah air penyair dan pengembara
janganlah takut padanya
komentar (1) | | Read More...

Kumpulan Puisi Toto Sudarto Bachtiar (PAHLAWAN TAK DIKENAL)

Oleh :
Toto Sudarto Bahtiar

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Toto Sudarto Bachtiar (ODE)

ODE    I
Oleh :
Toto Sudarto Bahtiar

 
   
katanya, kalau sekarang aku harus berangkat
kuberi pacarku peluk penghabisan yang berat
aku besok bisa mati, kemudian diam-diam
aku mengendap di balik sendat kemerdekaan dan malam malam begini beku, dimanakah tempat terindah
buat hatiku yang terulur padamu megap dan megah
O, tanah
tanahku yang baru terjaga
malam begini sepi dimanakah tempat yang terbaik
buat peluru pistol di balik baju cabik
0, tanah di mana mesra terpendm rindu
kemerdekaan yang mengembara kemana saja
ingin aku menyanyi kecil, tahu betapa tersandarnya
engkau pada pilar derita, megah napasku di gang tua
menuju kubu musuh di kota sana
aku tak sempat hitung langkahku bagi jarak
mungkin pacarku kan berpaling
dari wajahku yang terpaku pada dinding
tapi jam tua, betapa pelan detiknya kudengar juga
di tengah malam yang begini beku
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Toto Sudarto Bachtiar (KEMERDEKAAN)

Penulis : ipaku on 3 Jan 2013 | 8:56 AM

3 Jan 2013

Oleh :
Toto Sudarto Bahtiar




Kemerdekaan ialah tanah air dan laut semua suara
Jangalahn takut padanya
Kemerdekaan ialah tanah air penyair dan pengembara

Janganlah takut padaku
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Toto Sudarto Bachtiar (IBU KOTA SENJA)

Oleh :
Toto Sudarto Bachtiar

 
Penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hari
Antara kuli-kuli berdaki dan perempuan telanjang mandi
Di sungai kesayangan, o, kota kekasih
Klakson oto dan lonceng trem saing-menyaingi
Udara menekan berat di atas jalan panjang berkelokan Gedung-gedung dan kepala mengabur dalam senja
Mengarungi dan layung-layung membara di langit barat daya
0, kota kekasih
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Toto Sudarto Bachtiar (GADIS PEMINTA-MINTA)

Penulis : ipaku on 2 Jan 2013 | 8:49 AM

2 Jan 2013

Oleh  :
Toto Sudarto Bachtiar

 
Setiap kali bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (TAJAM HUJANMU, TEKUKUR, TELINGA, TENTANG MATAHARI, TUAN, YANG FANA ADALAH WAKTU,

Penulis : ipaku on 11 Des 2012 | 8:45 AM

11 Des 2012

TAJAM HUJANMU
Oleh :

Sapardi Djoko Damono

tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan
deras dinginmu
sembilu hujanmu

Perahu Kertas,

Kumpulan Sajak,
1982.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (SIHIR HUJAN)

Oleh :
Sapardi Djoko Damono


Hujan mengenal baik pohon, jalan, dan selokan
-- swaranya bisa dibeda-bedakan;
kau akan mendengarnya meski sudah kaututup pintu dan jendela.
Meskipun sudah kau matikan lampu.
Hujan, yang tahu benar membeda-bedakan, telah jatuh di pohon, jalan, dan selokan
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (SETANGAN KENANGAN)

Oleh :
Sapardi Djoko Damono
  


Siapakah gerangan yang sengaja menjatuhkan setangan di lorong yang berlumpur itu.  Soalnya, tengah malam ketika seluruh kota kena sihir menjelma hutan kembali, ia seperti menggelepar- gelepar ingin
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (SERULING)

Penulis : ipaku on 10 Des 2012 | 8:30 AM

10 Des 2012

Oleh :
Sapardi Djoko Damono

 

Seruling bambu itu membayangkan ada yang meniupnya, menutup-membuka lubang-lubangnya, menciptakan pangeran dan putri dari kerajaan-kerajaan jauh yang tak terbayangkan merdunya ....
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (SELAMAT PAGI INDONESIA)

 Oleh :
Sapardi Djoko Damono


selamat pagi, Indonesia, seekor burung mungil mengangguk
dan menyanyi kecil buatmu.
aku pun sudah selesai, tinggal mengenakan sepatu,
dan kemudian pergi untuk mewujudkan setiaku padamu dalam
kerja yang sederhana;
bibirku tak biasa mengucapkan kata-kata yang sukar dan
tanganku terlalu kurus untuk mengacu terkepal.
selalu kujumpai kau di wajah anak-anak sekolah,
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (SAJAK TELUR)

Oleh :
Sapardi Djoko Damono

  
dalam setiap telur semoga ada burung dalam setiap burung
semoga ada engkau dalam setiap engkau semoga ada yang senantiasa terbang menembus silau matahari memecah udara dingin
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (SAJAK SUBUH)

Penulis : ipaku on 9 Des 2012 | 8:11 AM

9 Des 2012

Oleh :
Sapardi Djoko Damono

    
 

Waktu mereka membakar gubuknya awal subuh itu ia baru saja bermimpi tentang mata air.  Mereka berteriak, "Jangan bermimpi!" dan ia terkejut tak mengerti.
Sejak di kota itu ia tak pernah sempat bermimpi.  Ia ingin sekali melihat kembali warna hijau dan mata air, tetapi ketika untuk pertama kalinya. Ia bermimpi subuh itu, mereka membakar tempat tinggalnya.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (PESAN, PESTA, PUISI CAT AIR UNTUK RIZKI, SAJAK NOPEMBER,

PESAN
Oleh :

Sapardi Djoko Damono



Tolong sampaikan kepada abangku, Raden Sumantri, bahwa memang kebetulan jantungku tertembus anak panahnya.
Kami saling mencinta, dan antara disengaja dan tidak disengaja sama sekali tidak ada pembatasnya.
Kalau kau bertemu dengannya, tolong sampaikan bahwa aku tidak menaruh dendam padanya, dan nanti apabila perang itu tiba, aku hanya akan .....
 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (KUTERKA GERIMIS, LIRIK UNTUK LAGU POP, MATA PISAU, PERAHU KERTAS, PERISTIWA PAGI TADI, PERTAPA,

KUTERKA GERIMIS
Oleh :

Sapardi Djoko Damono

   
 
 
Kuterka gerimis mulai gugur
Kaukah yang melintas di antara korek api dan ujung rokokku
sambil melepaskan isarat yang sudah sejak lama kulupakan kuncinya itu Seperti nanah yang meleleh dari ujung-ujung jarum jam dinding yang berhimpit ke atas itu
Seperti badai rintik-rintik yang di luar itu
 
 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
komentar | | Read More...

Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono (CERMIN 1, CERMIN 2)

Penulis : ipaku on 8 Des 2012 | 9:18 AM

8 Des 2012

CERMIN, 1 Oleh :
Sapardi Djoko Damono

   
 

cermin tak pernah berteriak;
ia pun tak pernah meraung, tersedan, atau terhisak,
meski apa pun jadi terbalik di dalamnya;
barangkali ia hanya bisa bertanya:
mengapa kau seperti kehabisan suara?
 
 
 
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.
komentar | | Read More...

Umum

    Umum
    More on this category »

100 Tokoh

    100 Tokoh
    More on this category »


visitor counter
 
Design Template by Shies Adja | Powered by Blogger